Saturday, August 1, 2020

Cara Mudah Menulis Artikel Tanpa Plagiasi

Postingan ini diambil dari jawaban penulis di website Quora. 


Tangkapan layar diambil dari 4 Akademisi Tanah Air yang Terjerat Kasus Plagiarisme


Adanya kasus plagiarisme yang dilakukan akademisi menunjukkan bahwa banyak orang Indonesia masih minim keterampilan dalam membuat tulisan. Akademisi saja plagiat, bagaimana mahasiswanya? Bagaimana juga orang umum yang ikut terjun ke dunia tulis menulis?

Tak heranlah banyak kasus blog copy paste. Malas menulis, tapi pingin jadi blogger. Aneh. Di Quora beberapa waktu lalu juga ada kasus plagiarisme yang bikin heboh. 😂


Padahal sejak TK, kita sudah belajar menulis, Namun banyak yang merasa kesulitan jika ada pelajaran Bahasa Indonesia untuk mengarang bebas.

Sepertinya apa yang kita pelajari waktu sekolah tentang menulis bukanlah pelajaran menulis. Melainkan pelajaran menuliskan hasil dikte. Harus patuh.

Jarang sekali sekolah yang mengajarkan pelajaran untuk menyampaikan pendapat. Tanpa perlu takut siswanya dimarahi karena dianggap tidak sopan.

Padahal bagian fundamental dari menulis adalah menyampaikan pesan. Yaitu apa yang menjadi hasil pengalaman, rasa, pendapat, penelitian dan lain sebagainya.

Kembali ke pertanyaan. Bagaimana tips menulis artikel dengan mudah? Tanpa plagiasi?

Mudah. Sampaikan saja pesan yang ingin kamu sampaikan. Punya pesan apa? Punya pesan apa yang bisa menyelamatkan nyawa atau masa depan seseorang? Punya pesan apa yang bisa menghibur seseorang?

Mungkin pesan yang ingin disampaikan sudah ada, tapi masih sulit untuk menulis, Mungkin perlu teknik untuk memudahkan dalam menulis. Ada berbagai macam teknik menulis. Baik yang sudah diakui secara akademik ataupun teknik yang ditemukan oleh penulis itu sendiri.

Salah satu teknik yang bisa digunakan adalah bertanya. Saya lihat profil penanya suka bertani. Mungkin bisa berlatih membuat artikel bertani.

Teknisnya tinggal bikin daftar pertanyaan saja sesuai tema yang ditulis. Kurang lebih 10 pertanyaan. Contoh:


Apa bisa bertani di rumah?
Tanaman apa saja yang bisa ditanam di rumah?
Apa saja medium bertani di rumah?
Bagaimana cara merawat tanaman?
Kapan panen?
Apa pupuk yang cocok?
Perlu pestisida tidak?
Bagaimana cara menjualnya?
Mengapa perlu menanam sendiri?
Berapa kebutuhan airnya?

Tinggal dijawab pertanyaan tersebut. Tentunya jawab berdasarkan pengalamanmu, dijamin tidak plagiat. Kalau ada sumbernya langsung cantumkan, misalnya menurut jurnal pertanian ini dan seterusnya.

Semakin banyak pertanyaan, maka semakin banyak yang bisa dibahas. Postingan juga semakin kaya akan konten. Jumlah 350 kata pun juga mudah untuk dicapai.


Apa pertanyaanmu?

No comments:

Post a Comment

Apa komentarmu?