Wednesday, November 4, 2020

Salah Satu Rahasia Menulis adalah Membaca Tulisan Sendiri

Salah satu rahasia menulis adalah membaca tulisan sendiri. Yaitu membaca apa yang telah ditulis. Sehingga menulis lebih mengalir. 


Karena bisa lebih paham dengan tulisan sendiri. Setelah membaca, ada ide yang muncul. Yaitu dari tulisan itu sendiri. 


Ini ditemukan ketika betah membaca Quora. Namun malas untuk menulis sendiri. Lalu disadari bahwa yang membuat betah adalah membaca itu sendiri. 


Saat menulis, seringkali malas untuk membaca kembali apa yang telah ditulis. Sehingga menulis terasa menyiksa. Padahal karena tidak membaca kembali apa yang telah ditulis.


Minimalnya membaca satu kalimat yang telah ditulis sebelumnya. Membaca ini sebagai input tulisan. Sekaligus mengoreksi jika ada kesalahan. 


Sehingga kesalahan dalam menulis akan lebih sedikit. Dan yang terpenting memberikan rasa nikmat melalui kegiatan menulis. Yang bisa mengakibatkan produktivitas meningkatkan tajam. 


Selain membaca ulang, mengucapkan apa yang akan ditulis juga bisa membantu di dalam proses kreatifitas dalam menulis itu sendiri.


Saat mengucapkan kalimat, ada intonasi dari kalimat yang ditulis. Ini bisa terasa oleh pembaca. 


Pembaca bisa merasakan emosi dari intonasi kalimat yang ditulis tersebut. Sehingga bisa lebih terlibat dalam membaca. Inilah yang menjadikan tulisan lebih menarik. 


Saat emosi pembaca terbawa, maka tulisan bisa direkomendasikan ke orang lain. Jika di media sosial indikatornya adalah jumlah share atau pembagi.


Saat tulisan dibagikan akan memberikan kesenangan tersendiri bagi penulis. Tentunya membuat penulis terdorong untuk menulis lagi. 


Penulis akan lebih serius dalam menulis. Karena bisa menemukan kenikmatannya saat menulis. Apalagi mengetahui bahwa tulisan yang ditulis disukai oleh pembaca. 


Pada dasarnya ide untuk ditulis cukuplah banyak. Namun, tidak ditulis karena ada hambatan mental menulis. Yang solusinya dari dalam tulisan itu sendiri dengan cara membacanya. 


Perlu didefinisikan ulang apa itu kegiatan menulis. Bukan hanya menulis. Karena proses pembuatan artikel juga disertai dengan kegiatan membaca.


Terutama membaca kalimat sendiri. Yang seringkali ditakuti oleh penulis. 


Tulisan adalah cermin diri. Seringkali penulis takut dengan pikirannya sendiri. Padahal membaca tulisan sendiri bisa dijadikan introspeksi. 


Kalaupun ada tulisan yang kurang pas ketika dibaca ulang, tidak mengapa untuk diubah. Itulah memang tujuan membaca ulang tulisan sendiri.


Dengan membaca ulang, akan semakin paham apa yang sedang ditulis. Jika semakin paham, maka semakin mudah untuk menuliskannya. Artikel pun bisa semakin cepat selesai. 


Bahkan bisa sekali duduk untuk menulis artikel sepanjang 350 kata. Tentunya dengan menyenangkan dan tidak terasa seperti menulis artikel ini. 





No comments:

Post a Comment

Apa komentarmu?