Monday, June 7, 2021

Mau Jadi Konten Kreator? Baca Dulu Artikel Ini!

Bagi pejuang konten, tetaplah berjuang. Walau seperti tidak tampak hasil yang bisa lihat. Percayalah selama kontenmu berharga suatu saat akan memberikan hasil. 

Konten ibaratnya adalah bibit. Akan berkembang ketika terus dirawat dan disiram. Adalah wajar jika merasa bosan atau merasa usaha yang dilakukan terasa sia-sia. 


Beradaptasi dan fleksibel lah. Tidak perlu fanatik terhadap suatu genre konten tertentu. Dunia konten adalah dunia kreatif. Tidak ada batasnya. 


Yang menjadi batas kreativitas adalah langit. Dimana langit sendiri entah dimana batasnya.


Dunia konten kreator bukanlah sesuatu yang perlu ditaklukkan. Dunia konten kreator adalah sebuah perjalanan. Tidak sekedar perjalanan. Namun perjalanan hidup itu sendiri. 


Jejak hidupmu terekam dari konten yang kamu buat. Sehingga konten yang tidak bermanfaat bisa menjadi hal yang seharusnya tidak ada. 


Kesuksesan dunia kreatif tidak diukur berdasarkan uang. Melainkan apa manfaat dari konten tersebut. 


Tidak hanya manfaat untuk saat ini. Sebuah konten bisa bermanfaat untuk generasi mendatang. Sebuah konten bisa menjadi kenangan terindah yang bisa diwariskan untuk anak cucu kita.


Adalah hal lucu jika seorang konten kreator mudah putus asa. Penyebab putus asa salah satunya karena tidak sesuai harapan. 


Teruslah membuat konten. Hubungkanlah dengan dunia kerja yang sedang ditekuni. Walaupun konten belum menghasilkan, setidaknya konten bisa sebagai pendukung untuk apa yang sedang ditekuni. 


Membuat konten tentang profesi yang ditekuni bisa menjadi ajang belajar tersendiri. Semakin sering membuat konten, otomatis semakin mahir akan dunia yang sedang ditekuni. 


Konten bisa menunjukkan keahlian yang dimiliki. Tentu saja perlu diingat adanya etika profesi. 


Seorang konten kreator tidak perlu  terikat akan satu platform saja. Tidak perlu terikat akan satu jenis konten saja. 


Konten secara garis besar, berdasarkan bentuknya bisa dibagi menjadi: tulisan, gambar, foto, video dan suara. Masing-masing mempunyai platformnya sendiri. 


Mari kita bahas satu persatu. 


Tulisan


Konten tulisan menjadi bahan bakar utama sebuah blog atau website. Pada awalnya dunia internet adalah dunia teks. 


Konten tulisan menjadi konten utama sebuah website. Sehingga profesi penulis menjadi   profesi yang banyak dibutuhkan. 


Konten tulisan sendiri jenisnya cukup banyak. Misalnya: artikel blog, makalah, ebook,  puisi, cerita pendek, cerita bersambung, novel dan lain sebagainya. 


Konten tulisan juga bisa ditulis  berdasarkan profesi yang sedang ditekuni.  Apapun itu profesinya. Dari profesi tukang cuci, dokter sampai pilot bisa menuliskan suatu hal yang bermanfaat yang bisa dibagikan dari dunianya.


Platform tulisan juga banyak pilihan. Misalnya: blogspot, wordpress, tumblr,  google book partner bagi yang ingin menerbitkan buku sendiri secara mandiri, amazon kindle dan lain sebagainya. Pilihlah sesuai dengan selera masing-masing. 

    

Suara 


 Konten berupa suara ini bisa berupa lagu, nyanyi atau sekedar dialog saja. Mungkin jaman dahulu hanya penyanyi yang bisa membuat konten berdasarkan suara.


Zaman telah berubah. Semua bisa membuat konten suara. Minimalnya seseorang bisa membuat konten suara berupa obrolan atau cerita sehari-hari. Istilahnya adalah podcast. 


Tidak ada yang bisa membungkam. Semua orang boleh bersuara. Menyampaikan pesan apa yang dipercayainya. Selama pesan itu tidak melanggar aturan, suarakanlah.  


Konten suara dalam bentuk dialog ini sering disebut dengan podcast.  Platformnya sering berupa aplikasi. Banyak tersedia di Google Play Store. Salah satu platform podcast yang cukup populer adalah anchor. 


Jangan takut berbicara. Berlatihlah. Mulai dari hal yang mudah. Bisa karena biasa. Agar biasa perlu diulang-ulang.         


Gambar 


Konten berikutnya adalah gambar. Ini cocok bagi seniman.  Internet menjadi semua profesi diangkat derajatnya. 


Banyak kesempatan terbuka lebar bagi orang yang bisa menggambar. Baik gambar untuk karya seni, maupun gambar untuk keperluan bisnis. 


Seorang artis gambar bisa dengan mudah menjual karyanya. Dalam hal   ini adalah karya dalam bentuk digital. 


Tidak ada alasan lagi bagi seorang artis gambar menganggur. Selalu ada pasar yan terbuka. Karena hari terus berganti, kebutuhan akan desain gambar juga semakin meningkat. 


Sering tidak disadari justru artis gambar erat hubungannya dengan teknopreneur. Yaitu pencipta teknologi. 


Setiap ada produk teknologi baru, pasti memerlukan seorang desain gambar. Bahka Steve Job terkenal akan kemampuan desainnya.


Jika ingin menjual karyanya, banyak platform yang tersedia. Misalnya shutter stock dan etsy. Dimana produk  yang sering dijual adalah  vektor. 


Ditambah lagi saat ini ada yang namanya NFT. Seorang artis gambar bisa kaya mendadak dengan karya seni digitalnya.  Ini berkaitan dengan mata uang kripto yang sedang booming. Walaupun pro kontra, bagi yang bisa memanfaatknnya akan bisa membantu hidupnya seumur hidup.        


Yang penting mau belajar platform-platform baru.   


 Foto


Dunia foto semakin ramai dengan adanya internet. Ditambah lagi  kemampuan kamera ponsel yang semakin baik kualitasnya. 

          

Semua orang bisa menjadi fotografer. Setidaknya mempelajari dunia foto yang bisa dilakukan oleh semua orang.  


Dunia fotografi ponsel tidak bisa lepas dengan dunia editing. Ini didukung  banyaknya aplikasi editing foto yang tersedia. 


Untuk mendapatkan penghasilan, banyak platform aplikasi untuk menjual foto. Misalnya saja foap, shutterstock,  alamy, istockphoto dan lain sebagainya. 


Untuk bisa menghasilkan, ketekunan menjadi syarat yang tak terhindarkan. Yang sering   membuat menyerah, karena fotonya ditolak oleh platform. 


Padahal ditolak adalah suatu hal yang biasa. Saat ditolak bisa dijadikan pelajaran. Pasti ada yang bisa dipelajari. Anggap saja sebagai feedback. Karena penolakan sebuah foto biasanya disertai dengan alasan. 


Ini bisa digunakan untuk memperbaiki foto selanjutnya. Misalnya alasan karena foto kurang fokus, maka bisa dijadikan input untuk latihan membuat foto lebih fokus. 


Jika ingin menekuni dunia fotografi, tidak ada salahnya membeli kamera mirrorless atau dslr. Mengingat saat ini variasi kamera cukup banyak. Harganya juga bervariasi. 


Sebuah kamera mirrorless bahkan harganya bisa lebih murah dari harga ponsel. Dengan memiliki kamera, setidaknya foto yang dihasilkan bisa lebih baik, dari segi kualitas maupun teknis.  


Di era internet, dunia foto selalu ada peluang. Misalnya saja dengan banyaknya umkm online, banyak yang membutuhkan foto produk. 


Foto produk menjadi genre sendiri yang cukup ramai pangsa pasarnya. Bagaimanapun juga, sebuah foto adalah   modal untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen. 


Semakin bagus foto produk, maka semakin bisa menarik konsumen untuk membelinya. Ini  bisa menjadi peluang tersendiri bagi   yang mempunyai keahlian foto produk. 


 Selain foto produk, kesempatan juga banyak ditemui, apalagi bagi yang memiliki kamera. Misalnya banyak acara hunting foto bersama, baik street maupun hunting foto model. 


Kesempatan selalu terbuka lebar. Tetap semangat membuat konten foto. 



Video 


Video adalah salah satu  konten yang paling banyak peminatnya. Dimulai dengan adanya platform YouTube. 


Jika jaman dulu hanya orang yang memiliki kamera atau handycam yang bisa membuat video, maka kini, semua orang yang memiliki  ponsel bisa membuat video. 


Dengan banyaknya  orang yang berhasil mendapatkan penghasilan melalui YouTube, maka sekonyong-konyong banyak orang yang  juga ingin menjadi YouTuber. 

 

Karena semakin banyak YouTuber,  maka semakin banyak kompetisi.   Sehingga persyaratan agar sebuah kanal youtube bisa menghasilkan juga semakin  sulit. 


Saat ini syarat utamanya adalah,  mempunyai 1000 pelanggan dan 4000 jam tayang dalam satu tahun. Ini bisa dicapai jika konten video   menarik dan rutin mengunggah konten.  


Yang sering menjadi masalah adalah seseorang kebingungan mau membuat konten apa.   Ini menjadi PR besar ketika seseorang  mulai ingin membuat konten  youtube.  


Memang perlu keberanian dalam membuat konten.  Yang terutama adalah konten perlu bermanfaat dan tidak melanggar  aturan yang berlaku. 


Ide konten sederhana  bisa juga bermanfaat. Konten yang bermanfaat tidak perlu rumit dan membutuhkan peralatan mahal. 


  Contoh konten sederhana yang bermanfaat adalah kegiatan sehari-hari. Yaitu dengan membuat video timelapse ketika sedang   melakukan aktivitas. Ini bisa memberikan inspirasi. 


Video timelapse kegiatan sehari-hari memberikan contoh dan inspirasi untuk lebih giat lagi.   Ini bisa bervariasi. 


Video timelapse juga bisa  untuk berbagai hal. Misalnya ketika melakukan perjalanan, fenomena alam dan lain sebagainya.   


Aplikasi yang bisa digunakan untuk membuat video timelapse salah satunya adalah gCam. Syukur jika aplikasi kamera bawaan  sudah memiliki  fitur untuk membuat video timelapse.   


Namun gCam memiliki kelebihannya tersendiri. Salah satunya memiliki fitur mematikan layar ketika sedang merekam video timelapse dengan durasi yang panjang.   Ini bisa menghemat baterai. 


Walaupun secara official gCam diperuntukkan untuk Google Pixel namun tetap bisa digunakan  ponsel non gCam. Banyak developer yang  menyediakan aplikasi gCam di internet.  


Selain video timelapse masih banyak lagi tipe video yang bisa dibuat untuk YouTube.

Misalnya saja video tutorial dari kemampuan yang dimiliki.   Bagi yang bisa masak, bisa membuat tutorial masak,  sopir bisa membuat video tutorial  menyetir dan lain sebagainya. 


Yang seringkali membuat seseorang  gagal di YouTube adalah terlalu materialistik. Ingin segera mendapatkan uang.  Apalagi banyak konten yang memamerkan penghasilan  dari YouTube. 


Ingin cepat mendapatkan uang ini yang menyebabkan konten di YouTube  banyak yang klik bait dengan judul  berlebihan dan   bahkan bisa memfitnah. Tidak jarang pula yang membuat konten dewasa yang jelas-jelas melanggar aturan YouTube. Tentu saja pasti gagal  


 Intinya konten apapun bisa dibuat bagi yang mau. Banyak yang mau, banyak juga yang sudah memiliki ide, namun tetap saja belum mulai membuat konten. Atau bagi yang sudah membuat konten berhenti di tengah jalan dan tidak melanjutkannya lagi. 


Apakah ada solusinya jika mengalami konten blok?  


Meminjam dari konsep buku atomic habit, ini bisa diterapkan dalam dunia pembuatan konten.  Garis besarnya adalah sebagai berikut. 


Peralatan Perlu Mudah Dilihat dan Dijangkau 


Misalnya jika membuat video, maka aplikasi yang digunakan mudah diakses. Atau buatlah tombol shortcut untuk mempercepat akses ke kamera ponsel. 


Pastikan juga aplikasi untuk mengedit dan mengunggah video sudah terpasang. Kemudahan akses dan penggunaan secara otomatis bisa memunculkan keinginan untuk membuat video. 


Buatlah Kegiatan Menjadi Menyenangkan 


Misalnya jika membuat konten video, buatlah dengan orang tersayang atau dengan hewan peliharaan atau membuat video hobi yang sedang dilakukan. 


Jika melakukan kegiatan menyenangkan, secara otomatis kegiatan tersebut bukanlah sebuah beban. Namun justru kegiatan yang membuat ingin melakukan lagi.


Jika sering dilakukanm secara tidak sadar menjadi produktif.      


Buatlah Kegiatan Menjadi Memuaskan 


Ini hubungannya dengan penghargaan karena telah membuat konten. Atau dengan kata lain berikan hadiah untuk diri sendiri.   


Bentuk hadiahnya bisa bervariasi. Misalnya minum kopi kesukaan atau main game tertentu. 

 

Istilahnya adalah instan gratifikasi. Atau hadiah langsung.  Karena hasil dari konten yang dibuat belum tentu sesuai harapan juga. 


Instan gratifikasi ini untuk memancing otak agar senang dalam membuat konten   


Buatlah Konten yang Mudah 


Manusia akan melakukan suatu hal yang memang bisa dilakukan. Mulailah dengan hal-hal yang mudah. 


Sesuatu yang mudah bisa dilihat dari durasi dan  kuantitas/jumlahnya. Misalnya ketika membuat konten tulisan  bisa dimulai dengan hanya  1 paragraf saja. Atau jika dengan durasi waktu bisa  menggunakan waktu singkat, misalnya saja cukup satu menit saja untuk mengetik. 


Jika sudah berhasil melakukan hal yang mudah, bisa diulangi lagi hal mudah tersebut. Jika menemui kesulitan, beristirahatlah terlebih dahulu.  


Dari suatu hal yang sulit pasti ada hal yang bisa dilakukan.  Misalnya mencari solusi di Google atau berkonsultasi dengan teman yang lebih ahli atau berdiskusi di forum-forum di internet. 


Pendekatan paling mudah ini bisa membuat seseorang melakukan sampai selesai.

No comments:

Post a Comment

Apa komentarmu?