Saturday, February 8, 2020

Pengalaman Naik DAMRI dari Bandara Supadio Pontianak ke Singkawang

Terima kasih DAMRI telah menyediakan rute dari Bandara Supadio ke Singkawang. Ini adalah pengalaman penulis. Perjalanan dari Jogja menuju Singkawang.

Sebelumnya penulis telah pesan tiket DAMRI melalui DAMRI Apps. Rute bandara Supadio ke Singkawang. Menggunakan menu Antar Kota di aplikasi DAMRI Apps

-Berangkat dari Jogja ke Pontianak naik NAM Air. Sampai di Supadio pukul 7.20. Di pintu keluar dekat pengambilan bagasi sudah tampak agen DAMRI. 

-Kemudian memberitahukan bahwa penulis telah membeli tiket secara online. Dengan ramah, petugas mencetak tiket bus uang telah dipesan. Lalu mencatatkan nomor bus pada tiket tersebut. 

-Selagi menunggu, penulis mencicil tulisan ini 😁. Ada charging station dari grab yang sangat membantu. Bandara Supadio juga nyaman untuk menunggu. 

-Jadi bus DAMRI ini tidak punya halte khusus. Pemberhentiannya di bagian kiri depan Bandara Supadio. Lebih baik tunggu di dalam.

-Karena jika tunggu di luar, terlalu lama jadi bosan. Kalau di dalam setidaknya ada petugas DAMRInya. Nanti petugasnya, akan mengarahkan jiika busnya datang.

- Yang penting sesuai jam saja. Pengalaman penulis, jam 9 lebih sedikit bus sudah datang. Itupun bikin resah karena takut kelewatan.

-Bus yang datang lumayan kecil. Denah tempat duduknya tidak seperti pada aplikasi. Namun tidak masalah.

-Dari bandara Supadio, bus akan menuju ke pool Pontianak. Yaitu untuk menjemput penumpang lagi. Petugas DAMRI akan mengabsen penumpang yang ada.

-Dalam perjalanan banyak ditemukan sungai. Maklum, Kalimantan adalah salah satu pulau yang memiliki cukup banyak sungai. Juga banyak ditemukan perkebunan kelapa dan kelapa sawit.

-Perjalanan kurang lebih membutuhkan waktu 4-5 jam. Ini berbeda pada Google Maps yang menginformasikan jarak tempuhnya sekitar 3 jam 18 menit saja. Mungkin jalan yang berkelok menyebabkan waktu tempuh lebih lama.

-Bus akan beristirahat untuk makan.Menurut penulis menu yang enak adalah ikan. Entah ikan apa, namun banyak daging sedikit duri.

No comments:

Post a Comment

Apa komentarmu?

Blog Archive