Friday, May 15, 2020

Cara Mengatasi Gabut



Gabut adalah istilah untuk gaji buta. Sering digunakan oleh mahasiswa atau pelajar. Biasanya ketika tidak ada kerjaan atau sedang bingung. 

Jaman sekarang seyoganya tidak ada istilah gabut lagi. Karena selalu ada yang bisa dilakukan. Kegabutan menunjukkan kurangnya kreativitas atau kurangnya inisiatif.  

Memang ada kalanya kita mengalami perasaan yang kurang mood. Sehingga malas melakukan sesuatu. Ini sebenarnya mungkin karena kelelahan saja. 

Yang jadi masalah ketika tidak ada masalah apapun namun tetap gabut. Apalagi di saat-saat karantina sendiri seperti saat ini ini. Kegabutan di saat ini tentunya sangat disayangkan karena banyak hal yang bisa dilakukan. 

Artikel ini mencoba membagikan tips cara mudah untuk mengatasi kegabutan. Yang bisa dilakukan secara fleksibel siapa pun dan kapan pun aktivitas apapun. 

Langsung saja caranya adalah bermain dengan waktu.

Kita hidup dalam rentang waktu. Apapun aktivitas kita lakukan pasti ada waktunya. Yang bisa kita lakukan adalah menyesuaikan terhadap waktu. 

Kesadaran waktu ini bisa memicu diri untuk tidak gabut lagi. Karena waktu pasti berlalu. 

Secara konkritnya bermain dengan waktu bisa dilakukan dengan berbagai cara. Berikut ini adalah dua tips untuk bermain dengan waktu. 

Membuat Batas Waktu 


Maksudnya adalah menentukan jam berapa suatu aktivitas untuk diselesaikan. Ini kita membuat tantangan sendiri. Apapun aktivitasnya itu. 

Misalnya saja pada pukul 16 sudah selesai membaca satu bab novel. Tentunya ini menjadi tantangan sendiri dan memancing kreativitas kita agar tujuan dan target waktu yang telah kita buat tersebut bisa dipenuhi. 

Buatlah aktivitas yang mudah-mudah saja. Biasanya aktivitas yang berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari. Misalnya mandi bersih-bersih makan dan lain sebagainya.

Tentunya akan lebih bagus jika berhubungan dengan tugas atau tanggung jawab kita sehari-hari. Misalnya bagi mahasiswa atau yang sedang mengerjakan skripsi,  bisa saja membuat kata pengantar sebelum pukul 21.00. atau hal-hal yang lainnya.


Mengukur Waktu 


Mengukur waktu ini mirip seperti percobaan sederhana. Yaitu menghitung waktu dari berbagai hal yang kita amati. Bisa juga mengamati aktivitas kita sendiri. 

Misalnya dalam olahraga. Cobalah untuk lompat tali sebanyak 100 kali. Niat awalnya untuk mengetahui berapa lama waktu yang diperlukan untuk lompat 100x kali. 

Ini juga bisa dilakukan untuk pekerjaan yang lainnya. Yaitu bisa mengetahui kecepatan kerja kita. Dan bisa disesuaikan untuk mencapai target-target yang lainnya. 

Karena apapun yang kita lakukan pasti memakan waktu. Gabut pun juga memakan waktu. Cobalah hitung berapa menit atau jam kegabutan yang dialami. 

Niscaya jika kesadaran waktu yang terus berjalan ini terasa tentunya akan selalu menghargai waktu dengan kegiatan-kegiatan yang bermakna.

No comments:

Post a Comment

Apa komentarmu?

Blog Archive