Friday, June 12, 2020

Bagaimana cara mengembangkan minat menulis bagi mahasiswa?

Artikel ini ditulis untuk menjawab pertanyaan di website Quora. 

Skripsi seringkali menjadi momok bagi mahasiswa. Banyak yang mengangapnya sulit. Saya juga mengalaminya. Banyak faktor memang. Salah satu faktornya adalah literasi menulis yang minim.

Mengembangkan minat menulis bagi mahasiswa adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Suka atau tidak mahasiswa pasti berhubungan dengan dunia tulis menilis.

Cara mengembangkan minat menulis ya dengan latihan. Menulis apa saja. Inti menulis adalah menyampaikan pesan dari olah pikir, rasa dan pengalaman yang dirasakan penulis. Menulis menjadi ajang ekspresi diri.

Menulis bisa menjadi membosankan jika hanya meniru. Misalnya: mengerjakan tugas dengan copy paste bisa menjadi hal membosankan. Tidak bermakna. Karena membohongi diri sendiri.

Manfaatkan gadget seoptimal mungkin untuk menulis. Misalnya menulis dengan Google Docs. Lebih mudah lagi jika menggunakan voice typing.

Menjadi mahasiswa tidak ada salahnya bersenang-senang. Mau main game, nongkrong, nonton dan lain sebagainya sering dilakukan mahasiswa. Itu semu bisa menjadi produktif jika ada hasil dokumentasi tulisannya.

Misal habis nonton film, tulislah ulasannya, apa yang disuka atau tidak suka, perasaannya dan lain sebagainya. Bebas, ungkapkan perasaannya. Sesuatu yang kelihatannya tidak produktif menjadi hal produktif jika ada hasil tulisannya.

Mungkin yang menjadi kendala adalah hal teknis. Misalnya bagaimana membuat kalimat efektif, merangkainya dan seterusnya. Itu semua muncul sendiri jika sudah terbiasa.

Menulis itu seperti berbicara. Mungkin sebagai tips, gunakan kalimat pendek. Maksimal 3 kalimat per paragraf. Perlu latihan setiap hari.

Jangan sia-siakan masa mahasiswa. Apalagi akses informasi bisa mudah didapat. Ada Quora yang bisa dijadikan tempat menulis juga.

Saat ini sedang populer podcast atau membuat rekaman suara. Ini juga bisa dijadikan sarana untuk menulis. Buatlah rekaman suara. Bisa menggunakan perekaman suara di ponsel.

Lalu rekaman tersebut bisa dijadikan referensi untuk menulis. Ini akan lebih mudah. Tinggal memperbaiki kalimat yang ada pada rekaman suara tersebut.

Jika membaca atau mempelajari materi kuliah, perlu ada hasil tulissannya. Setiap kali membaca satu bab tertentu perlu ada hasil tulisannya dengan bahasa sendiri. Gunakan teknik Feynman untuk menguji pemahaman apa yang dipelajari.

Milikilah blog untuk menulis apapun yang ingin ditulis. Kalau perlu tunjukkan blog ke dosen. Seseorang yang mempunyai hasil karya tulis, mempunyai nilai lebih tersendiri. Pandangan dosen dengan mahasiswa yang memiliki blog atau karya tulis pasti berbeda.

Oh ya satu lagi, buatlah kegiatan menulis menjadi permainan menariik. Bisa menggunakan pewaktu, atau hadiah jika telah menyelesaikan jumlah kata tertentu. Contoh permainan:

balsem . matahari . telur .

Buatlah masing-masing kata tersebut menjadi satu kalimat. Sehingga terbentuk satu paragraf. Silahkan tuliskan paragrafnya di komentar jika mau mencoba. :D

No comments:

Post a Comment

Apa komentarmu?

Blog Archive