Monday, June 8, 2020

Strategi Berpikir untuk Memecahkan Masalah

Stres ditimbulkan oleh banyak masalah. Jika tidak bisa mengelolanya bisa menimbulkan penyakit. Masalah semakin bertambah jika sakit. 

Masalah kecil bisa berefek domino. Ini karena menyepelekan masalah kecil. Yang jika dibiarkan bisa berefek besar. 

Menjadi besar karena lari dari masalah. Menjadi besar karena tidak berani menghadapi masalah. Itulah salah satu penyebab pengecut justru sering mendapatkan masalah.

Jika di luar kendali diri, memang perlu diterima. Jika masih bisa diusahakan, maka selayaknya manusia berusaha.

Tidak ada gunanya mengasihi diri dan berdoa tanpa usaha. Berusahalah sekuatnya, lalu pasrahkan dalam doa. 

Untuk memecahkan masalah, perlu dipikirkan solusinya. Stres karena memikirkan masalahnya. Jika memikirkan solusinya, niscaya lebih menyenangkan.  

Artikel ini mencoba berbagi tips strategi berpikir untuk memecahkan masalah.  Jika bisa mengoptimalkan, banyak solusi atau ide yang tidak terpikirkan sebelumnya.  

Berikut 3 strategi berpikir yang bisa dilakukan. Semoga bisa membantu mengurangi masalahmu. 

Berpikir dengan Menulis 


Menulis bisa menjadi sarana efektif berpikir. Tuliskanlah masalahmu. Tujuannya agar lebih jelas apa saja yang menjadi masalah utama. 

Seringkali ada yang kita anggap masalah bukanlah masalah sesungguhnya. Padahal hanya pelarian dari masalah utama. 

Ciri-cirinya adalah membuat masalah baru sebagai alasan untuk tidak menghadapi masalah utama. Dengan menuliskannya, kita mencoba untuk berpikir jernih. 

Seperti mengurai benang kusut. Perlu kejelasan masalah. Tuliskanlah masalah utamanya. Faktor-faktor apa saja yang bisa menambah dan meringankan masalah. 

Membagi Masalah Menjadi Bagian Kecil 


Pasti ada komponen penyusun dari masalah. Bagilah menjadi bagian-bagian kecil. Ini dilakukan juga dengan menuliskannya. 

Dengan membagi menjadi bagian kecil, kita mulai berani menghadapi masalah. Juga melatih kreativitas untuk memotong-motong masalah.    

Pasti ada sisi terang dari sebuah masalah. Salah satunya adalah meningkatkan diri kita agar kita lebih besar dari masalah tersebut. 

Jika tidak terbiasa berjalan kaki sejauh 1 km, maka akan terasa berat dan menjadi masalah. Jika sudah terbiasa berjalan kaki, maka berjalan 1 km bukanlah suatu masalah. Gunakan masalah sebagai sarana meningkatkan diri.

Menemukan Satu Langkah 


Dari potongan kecil masalah, solusi lebih mudah ditemukan. Dari potongan kecil masalah, temukan satu langkah yang bisa menjadi solusi. 

Jangan banyak-banyak. Satu solusi saja. Dari sesuatu yang kompleks pasti ada satu hal yang bisa dilakukan. Apalagi dari potongan kecil masalah. 

Sudah ketemu satu langkahnya? Ingat, satu langkah ini yang paling mudah. Jelas bisa dilakukan. 

Maka lakukan satu langkah tersebut. Berdoa agar berani melakukan langkah tersebut. 

Demikian seterusnya. Semoga masalah bisa menjadi berkurang.


No comments:

Post a Comment

Apa komentarmu?

Blog Archive